AFTER hi'Story

AFTER hiSTORY

Sejarah adalah mimpi buruk.darinya saya mencoba untuk terjaga

( ……lupa)

…..hiStory boleh jadi adalah tumpukan cerita yang masih diingat oleh manusia. Keberadaanya konon  mampu merepresentasikan sekurang kurangnya 3 jaman. (lampau kini dan masa depan)

Sebagai produk ingatan tentunya  hiStory bekerja pada proyek besar yakni ‘memainkan ingatan massa terhadap masa lampau’. Ketika  hiStory dipandang sebagai ingatan maka aras pikir selanjutnya adalah hiStory bukan hanya ingatan tentang masa lampau: Perang, pembantaian, kepahlawanan, kekerasan, negara, kerajaan tetapi juga rumah pelacuran, candi, pura pura, dan  hingga ‘para pemuja berhala  kapitalis’.

             Hampir dibanyak tempat bicara hiStory adalah bicara tentang masa lampau. Keberadaanya telah dianggap sebagai  bagian dari aneka potongan ingatan demi ingatan. History adalah barang ‘langka’ yang dianggap memiliki kemampuan hebat yakni menghadirkan dan  sekaligus meniadakan yang lainnya.

Ketika bicara tentang hiStory yang merambah wilayah ingatan maka setiap individu berhak terlibat sebagai aktor dan sekaligus penutur dari hiStory tersebut.

Sebagai  aras pikir yang tidak menyejarah untuk urusan kotak-katik gramatikal secara definisi  history  memiliki makna:

history |ˈhist(ə)rē|

noun ( pl. -ries)

1 the study of past events, particularly in human affairs : medieval European history.

the past considered as a whole : letters that have changed the course of history.

2 the whole series of past events connected with someone or something : the history of Aegean painting.

an eventful past : the group has quite a history.

a past characterized by a particular thing : his family had a history of insanity.

3 a continuous, typically chronological, record of important or public events or of a particular trend or institution : a history of the labor movement.

a historical play : Shakespeare's comedies, histories, and tragedies.

 

PHRASES

be history be perceived as no longer relevant to the present : the mainframe will soon be history | I was making a laughingstock of myself, but that's history now. informal used to indicate imminent departure, dismissal, or death : an inch either way and you'd be history.

go down in history be remembered or recorded in history.

make history do something that is remembered in or influences the course of history.

the rest is history used to indicate that the events succeeding those already related are so well known that they need not be recounted again : they teamed up, discovered that they could make music, and the rest is history.

ORIGIN late Middle English (also as a verb): via Latin from Greek historia ‘finding out, narrative, history,’ from histōr ‘learned, wise man,’ from an Indo-European root shared by wit 2 .

history

noun

1 my interest in history the past, former times, historical events, the olden days, the old days, bygone days, long ago, yesterday, antiquity; literary days of yore, yesteryear.

2 a history of the Boxer Rebellion chronicle, archive, record, diary, report, narrative, account, study, tale, story, saga; memoir.

3 she gave details of her history background, past, life story, biography, experiences, backstory; antecedents.

 

 His menurut dunia perkamusan  memiliki makna : his |hiz|

possessive adjective

1 belonging to or associated with a male person or animal previously mentioned or easily identified : James sold his business.

belonging to or associated with a person or animal of unspecified sex (in modern use chiefly replaced by “his or her” or “their”) : any child with delayed speech should have his hearing checked.

2 ( His) used in titles : His Honor | His Lordship.

possessive pronoun

used to refer to a thing or things belonging to or associated with a male person or animal previously mentioned : he took my hand in his | some friends of his.

PHRASES

his and hers (of matching items) for husband and wife, or men and women : his and hers towels.             

after menurut kamus yang sama berarti:

after |ˈaftər|

preposition

1 during the period of time following (an event) : shortly after Christmas | there's only one thing to do after an experience like that | [as conj. ] bathtime ended in a flood after the faucets were left running | [as adv. ] Duke Frederick died soon after.

with a period of time rather than an event : after a while he returned.

in phrases indicating something happening continuously or repeatedly : day after day we kept studying.

(used in specifying a time) past : I strolled in about ten minutes after two.

during the time following the departure of (someone) : she cooks for him and cleans up after him.

2 behind : she went out, shutting the door after her.

(with reference to looking or speaking) in the direction of someone who is moving further away : she stared after him.

3 in pursuit or quest of : chasing after something you can't have | most of them are after money | Jenny still yearned after him.

4 next to and following in order or importance : in their order of priorities health comes after housing | x comes after y in the series.

5 in allusion to (someone or something with the same or a related name) : they named her Pauline, after Barbara's mother.

in imitation of : a drawing after Millet's The Reapers.

6 concerning or about : she has asked after Iris's mother.

adjective [ attrib. ]

1 archaic later : he was sorry in after years.

2 Nautical nearer the stern : the after cabin.

PHRASES

after all in spite of any indications or expectations to the contrary : I called and told her I couldn't come after all | you are my counselor, after all.

after hours after normal working or opening hours, typically those of licensed premises [as adv. ] : she was going in to work after hours [as adj. ] | an after-hours jazz club.

after you a polite formula used to suggest that someone goes in front of or takes a turn before oneself : after you, Mr. Pritchard. 

Maka After history dalam pameran ini kurang lebih bermakna “………?????...............” ( putuskan sendiri dan peluang untuk multi makna dari kotak katik kata hi’Story sangat banyak)

     Bertahun tahun kemudian terwujud juga gagasan pameran ini. Pameran di penggujung tahun 2009 yang bertajuk After hiStory.  Pameran ini adalah pameran perdana seniman celekotok yang berlangsung di Dewangga art gallery yang dimulai tanggal 22 december sampai 12 januari 2010.

After history  sebagai  tema  sesungguhnya diambil dari  kata  olok-olok yang memuakkan  yang sering dijadikan guyonan praktek keseharian senimannya . apa buin suwud sejarahne ? ( apa lagi setelah sejarah itu … keberasilannya men-jarah narasi lain kian hari kian terasa).

Semua “kudu menyejarah”  kata salah satu  dari personel clekotok,  seni, prilaku sosial, politik  dan praktek kebudayaan  adalah  teks-teks usang hasil intepretasi lampau yang di hadirkan kini. Capek deh….

Pilihan untuk menyejarah adalah pilihan yang seolah-olah membuat sesuatu mengakar/ sekurang kurangya bersumber pada masa lampau. Untuk sebuat kenyataan “palsu “  tentang gambaran ideal tersebut apa pula yang bisa di harapkan ?

            Inilah paradigma keambrukan yang menyejarah atau sedang hadir paradigma “baru” yang sebentar akan dibuat menyejarah. Drama  ambruknya tatanan politik serta tidak bergunanya seni kontemporer  sebagai alat pembaca realitas sosial telah benar-benar  terbukti dan seniman Celekotok memandang hal tersebut sebagai akhir dari sebuah sejarah.

Boleh jadi  after histori adalah upaya menjawab ketidakbecusan  antara politisi dan seniman  untuk menawarkan alternative dari kebekuan ini. Keterpurukan dan kemerosotan ahlak adalah pengantar untuk keluar dari keterjebakan wacana reaksioner  yang cenderung keluar dari tatanan  rasionalitas. Kekuatan seni sebagai media untuk mengatakan apa yang tidak mau dikatakan orang dominan   terpaksa harus diragukan. Keberadaanya tinggal sejarah  dan lapuk di makan Jaman.

Lebih lanjut seniman celekotok berucap:

Pameran after hiStory adalah upaya mengisi waktu  yang demikian panjang  yang diambil oleh ruang-ruang palsu, bangunan dari sejarah dan telah menghasilkan reproduksi dini hingga terbawa dalam tidur sebagai mimpi buruk”

Beberapa hal  yang di tampilkan dalam pameran after hiStory adalah bagian dari pembacaan seniman  tentang realitas kesehariannya.

Seorang Meja  memandang bahwa ‘tokoh’ tidak seta merta terjadi dan jatuh dari langit ada proses sosial yang mengkonstruksinya. Keterlibatan semua elemen dalam penyusunannya  adalah bagian dari proyek untuk membesarkan setiap kepala individu yang mau dijadikan tokoh. Tentunya  seniman sebagai agen propaganda  terlibat banyak dalam   memultimediakan  citra-citra dan penokohan seseorang.  Itu pula yang di pandang Meja dalam karya-karyanya  dengan olahan teksnisnya menkomposisiskan bermacam macam tokoh dunia kemudian diletakkan sedemikian rupa pada  ‘arena’ kanvasnya.

Kesadaran meja  yang lebih jauh  dan mendalam bisa dilihat dari cara Meja menghadirkan tokoh per tokoh. Hal itu  menunjukkan  bahwa ada upaya serius yang dilakukannya  sebagai generasi seniman  yang  sekali lagi atas  ‘azas yang menyejarah’ boleh terlibat mengkonstruksi cerita penokohan  seseorang.

Eka partama  (GILO) lebih memandang history sebagai sesuatu yang unik. Anak-anak dengan pakean kekinian, memenuhi bidang kanvasnya. Namun ketika dilihat secara seksama,  Gilo ternyata sangat peka merunut sebuah history masa kecil dari anak anak di kawasan tempat tinggalnya dipadukan dengan olah gerak dan aktivitas bermain yang mengasikkan Keunikan dan sekaligus kerumitan. Cara Gilo dalam memandang  hiStory adalah dengan menghadirkan apa yang tidak banyak dikatakan orang dominan. “ ada banyak anak anak  ditempat tinggalku  merindukan main peta kumpet”  namun sejarahku kini hadir dengan  petak umpet virtual  buatan PS 2. Apa boleh buat  Petak Umpet bukan mainan yang bisa di download dan hadir dalam piranti soft copy.

Pendalaman  tentang prilaku anak-anak memainkan  ‘mainan masa silam’ memang menjadi concern GIlo. Karena  baginya ‘after hiStory’ akan hadir  cerita baru yang segera akan masuk di setiap kuping “anak -anak”.

Sudiana (pedjeng ) memandang hiStory  sebagai sebuah tragedi. Tidak penting untuk dilupakan namun juga  penting untuk tidak diingat. Explorasi dan aras pikir yang surealistik ini membawa Pedjeng dalam pandangan  yang sangat imajinatif tentang hiStory. Kanvas-kanvasnya bertebaran dengan olahan bidang yang dideformasikan. Bentuk terkadang penting namun untuk apa semua itu kalau tidak mampu meninggalkan makna sebagai pesan hidup.

Pedjeng yang intent dalam pergulatan surealisnya  melihat  bahwa ‘after hiStory’ diperlukan cara pandang baru  yang imajinatif untuk melihat dan memastikan  untuk tidak kembalinya manusia ke pra hiStory. Sebab kalau itu terjadi berarti sejarah baru saja di mulai dengan  ciri –ciri  purba  yang di miliki umat manusia yakni ‘kerakusan’/ penindasan, perang saudara, serta pembantaian dimana-mana atas nama upaya “pemberadaban”. Maka selamat datang di dunia tragedi.

Nyoman Tarka melihat After hiStory  sebagai suatu misteri. Keberadaanya  akan selamanya menantang untuk dikaji dan dicermati.

Misteri bagi Tarka memiliki makna yang susah untuk dijelaskan dengan logika. Atau memang pengetahuan kita sedang mentok karena tidak pernah memiliki kemampuan mengungkap misteri tersebut. Meskipun itu bukan berarti tak terjelaskan. Mungkin memang ada hal-hal yang tak terjelaskan harus kita relakan disebut misteri, dengan argumentasi singkat yakni: pengetahuan kita belum cukup untuk mencapainya.

Objek di bidang kanvas yang dihadirkan Tarka ketika dilihat dengan seksama dalam pameran ini  lebih banyak melukiskan  tentang misteri suatu kondisi, keadaan, peristiwa yang baginya  tidaklah terjadi dengan sendirinya.

Ada sesuatu di balik peristiwa. Ada “dalang’ di balik  kontestasi “fragmen-fragmen kehidupan”. Dengan jelas Tarka menyebutnya sebagai aktor belakang layar yang memainkan  banyak peran. Dengan asumsi bahwa audience tidak begitu tertarik melihat ada apa di balik itu, Maka  cara pandang terhadaf hiStory adalah  hanya sampai pada apa yang dikatakan hiStory. Tidak menyentuh makna terselubung di-baliknya. Atas pertimbangan tersebut ‘after hiStory’  adalah cara kita mengungkap misteri di balik ‘history’ sekaligus mencari siapa dalang dari balik layar hiStory yang tidak pernah tampak itu.

Guswestnawa ( guswest )  dalam after history lebih senang mengungkap kalau pembacaan After hiStory perlu menghadirkan naluri hewani. Sebab naluri hewani menunjukkan gairah terhadap  niat hidup dan melanjutkan era After hiStory.  Gambaran tentang pentingnya naluri hewani lugas  dihadirkannya dalam karya-karya sebagai ‘fable from the future‘   ekplorasi karya Guswest pada pameran ini lebih banyak bercerita dengan ikon  binatang yang dihadirkannya sebagai methapor untuk membaca kembali model kolonialisme yang di kemas terselubung dengan aneka tanda-tanda yang menipu.

Inilah gambaran singkat tentang Pameran Seni rupa Celekotok yang di langsungkan di Dewangga Art gallery  Ubud pada tanggal 22/12/2009- 12 /01/2010. Selamat semoga “hiStory After” adalah anda .

 

 

 

Comments