The Team



Wayan Eka Partama (gilo)

Gilo lahir di Peliatan Ubud. terlahir di keluarga seniman membuat Gilo memiliki kesempatan memahami dunia seni sejak dini. selain sebagai pelukis gilo juga aktif di berbagai kegiatan seni lainnya seperti bermusik dan lainnya.

Explorasi kesenian Gilo sangat menarik dan insfiratif. tahun tahun sebelumnya Gilo banyak melakukan study tentang ketertekanan mental yang di hadapi orang orang. mulai dari teman tetangga saudara dan orang lain yang ditemuinya.

Ekplorasi mendalam ini mengantar gilo pada satu kesimpulan kecil tentang tekanan mental yang terjadi pada seseorang sangat erat kaitanya dengan pengalaman masa kecil.

Hal tersebut pula yang membawa lebih inten menggarap tema aktifitas anak anak, sebagai lanjutan dari pendalaman project keseniannya tercermin di karya-karya karyanya belakangan ini.




Guswestnawa ( west ) 

Lahir dikampung agraris Jembrana dan henkang ke Denpasar untuk masuk akademisi seni.

Guswest yang sering di sebut-sebut sebgai 'multi disipliner artist' ini sering "mengaburkan" praktek kesenian. ungkapan konyolnya tentang seni masih saya ingat ketika bertemu dengannya diatas kereta menuju Amsterdam beberapa tahun yang silam.

" saya hanya mengerti satu disiplin kesenian yaitu Demystify semua disiplin seni"

Kata olok-olok itu masih jelas diingatan saya dan membawa saya untuk menulis sedikit tentang dia.Gagasan dari kesenian guswest dapat di bilang sangat unik dan kompleks.Unik karena pilihannya mendramatisir gagasan hingga project keseniannya lebih banyak begulat tentang parodi, dekonstruksi bahkan sinikal dan sarkastic.Tema-temanya di mulai dari lingkungan, kesejahteraan, politik hingga kontemplasi adalah hal yang sesungguhnya biasa. namun ketika di garap olehnya menjadi aneh nyeleneh dan membuat orang terpaksa harus mempercayainya karena itu sesungguhnya apa yang tidak lazim di katakan orang.

Seni sebagai media ungkap untuk sesuatu yang tidak mau dikatakan orang. ternyata dihadirkan oleh guswest. tentang kehidupan pribadinya dan garapan garapan kesenian terbarunya boleh cari tahu sendiri dan bicara langsung dengan orangnya.


 

WAYAN MEJA

Saya Wayan Meja kelahiran Kutuh Kelod , Ubud. Saya lahir di tengah-tengah lingkungan seni.

karir melukis saya di mulai saat saya berumur 8 ( delapan tahun) bermodal ketekunan dalam dunia seni saat tingkat Sekolah dasar saya meraih juara 2 ( dua) seni lukis di tingkat kecamatan. itu pula alasan orang tua saya sangat mendukung saya menekuni duni seni lukis.

umumnya anak -anak di Ubud keseharian saya,saya lalui dengan aneka aktifitas kesenian. menari, megambel/ bermain instrumen tradisional, melukis dan aneka kegiatan lainnya termasuk aktifitas seni yang berbasis pada kepentingan religius.

kiblat kesenian saya dimulai dengan melukis trasidisional. tumbuh diantara keluarga seniman memberi saya peluang untuk bereksplorasi lebih jauh tentang keyakinan berkesenian saya.

kekaguman saya terhadap orang tua, paman, dan keluarga lainnya yang demikian tulus mengabdikan hidupnya terhadap kesenian membuat saya merenung lebih dalam dan sekaligus mengantar saya ke ruang kesadaran bahwa berkesenian perlu keberanian untuk mengambil sikap. karena itu apapun resikonya haruslah dihadapi.karena itu merupakan pilihan.



I NYOMAN TARKA 

Tarka lahir di daerah Taro Gianyar tarka memilih seni sebagai sebagai "ranah pengadaan dan peniadaan" Dalam garapan garapan terakhir keseniannya Tarka memilih mengadirkan suatu fragmentasi belakang layar. 

pilihan ini tentunya bukan tanpa alasan yang jelas. fragmentasi di balik layar adalah kristalisasi dari pengalaman masa kecil Tarka ketika dihadapkan suatu oleh suatu kenyataan hidup dimana dalam kesehariannya yang bersinggungan dengan adat dan aneka pertunjukan-pertunjukan tradisi menjadikannya harus rela memandang dengan cara kritis kontes/ peran yang sedang di hadirkan. hal itu  termasuk pula upaya  menjadikan diri sebagai seniman "dalang" untuk menyusun suatu adegan balik layar di dalam kanvas kanvasnya